Jumat, 26 Juni 2015

Biografi WS Rendra – Penyair dan Sastrawan Indonesia

Hai, kembali lagi di blog saya, kali ini Saya akan mengepost Biografi WS Rendra - Penyair dan Sastrawan Indonesia. Silahkan Membaca..

Biografi WS Rendra – Penyair dan Sastrawan Indonesia



Anda tentu masih ingat WS Rendra atau Sang Burung Merak. Berikut ini penulis akan mengulas mengenai Biografi WS Rendra.

Masa Kecil Hingga Dewasa
 WS Rendra adalah seorang penyair kenamaan yang dimiliki Indonesia. Ia dilahirkan di Solo pada tanggal 7 November 1935. Nama lahir WS Rendra adalah Willibrordus Surendra Broto, ayahnya bernama R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan ibunya bernama Raden Ayu Catharina Ismadillah. 

WS Rendra memang dilahirkan dikeluarga yang kental akan seni, tak heran jika darah seni sangat mudah merasuk dalam diri Rendra. Ayahnya adalah seorang dramawan yang merangkap sebagai guru Bahasa Jawa dan bahasa Indonesia di sebuah sekolah Katolik di Solo, sedangkan ibunya adalah seorang penari serimpi yang banyak di undang oleh Keraton Surakarta.

WS Rendra menghabiskan masa kecil hingga SMA nya di Solo dengan bersekolah TK hingga SMA di Sekolah Katolik St. Yosef. Namun sejak lulus SMA, WS Rendra berhijrah ke Jakarta demi meneruskan sekolah di Akademi Luar Negeri, akan tetapi malang nasibnya, setelah sampai di Jakarta ternyata sekolahan tersebut telah tutup.

WS Rendra akhirnya meninggalkan Jakarta, kota impiannya dan menuju ke Yogyakarta. Pilihannya jatuh pada Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada. Di fakultas ini, bakat seninya semakin tertempa dengan baik namun ia tak bisa menyelesaikan studinya di sini. Rendra kemudian mendapat tawaran beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA) untuk mempelajari lebih jauh tentang dunia seni tari dan drama, kesempatan ini tentu tak disia-siakannya. Iapun kemudian pergi ke Amerika pada tahun 1954 untuk mengambil beasiswa tersebut. Di Amerika, Rendra tak hanya berkuliah namun juga sering mengikuti seminar tentang seni dan kesusastraan atas undangan pemerintah AS di Harvard University.

Sebenarnya, bakat seni dari WS Rendra sudah tampak saat ia masih SMP. Ketika itu, ia sering ikut mengisi acara sekolah dengan mementaskan drama, puisi serta cerita pendek. Rendra sering mementaskan drama hasil karyanya. Drama pertama yang ia pentaskan di SMP berjudul Kaki Palsu. Ia juga kerap mendapatkan penghargaan , salah satunya adalah saat SMA WS Rendra menang sebagai juara pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta dalam dramanya yang berjudul Orang-Orang di Tikungan Jalan.

Yang paling menonjol adalah bakatnya dalam membacakan puisi. Puisi-puisi WS Rendra pun kemudian dipublikasikan di majalah setempat, waktu itu adalah majalah siasat. Awal kali ia menerbitkan puisisnya di majalah adalah saat tahun 1952, setelah itu hampir rutin tiap terbit majalah, puisinya selalu ikut menyemarakkan halaman majalah – majalah lokal tahun 60-an dan 70-an. Beberapa puisi WS Rendra yang tekenal adalah Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru.

Setelah menang dalam berbagai ajang seni dan drama serta puisi, WS Rendra semakin semangat menghasilkan karya-karya baru. Karya-karyanya tak hanya terkenal di dalam negeri, namun juga di manca negara dengan diterjemahkannya karya-karya beliau dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Jepang dan bahasa India.


Untuk lebih memfasilitasi dirinya dalam berkarya serta menularkan kejeniusannya dalam bidang seni drama dan puisi, maka pada tahun 1967 WS Rendra mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta dan Bengkel Teater Rendra di Depok.

Kisah Cinta dan Muallaf-nya WS Rendra
 Pada umur 24 tahun, WS Rendra melabuhkan hatinya pada seorang wanita bernama Sunarti Suwandi yang kemudian memberinya lima orang anak yang bernama Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta.

Setelah menikah, WS Rendra bukannya menutup hati, ia malah kepincut dengan salah satu muridnya di Bengkel Teater yang bernama Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat yaitu putri Keraton Yogyakarta yang sering maindan belajar di teater Rendra. Jeng Sito adalah panggilan akrabnya. Jeng Sito sering berbaur dalam rumah tangga WS Rendra – Sunarti dengan ikut memandikan dan menyuapi anak-anak Rendra. Dari sinilah kedekatan itu terjalin. Bahkan istri Rendra, Sunarti, mendukung dan ikut melamarkan Jeng Sito untuk menjadi istri kedua WS Rendra. Namun ayahanda Sitoresmi keberatan karena perbedaan agama. Rendra Katolik sedang Sitoresmi Islam.

WS Rendra pun membuat kejutan dengan bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat di hari pernikahannya dengan Sitoresmi pada tanggal 12 Agustsu 1970 dan dua rekannya yaitu Taufiq Ismail dan Rosidi sebagai saksinya.

Menjadi Muallafnya Rendra, membuat publik melontarkan komentar yang bernada sinis. Publik banyak yang mempertanyakan ketlusan niat Rendra memeluk Islam, banyak yang menganggap itu hanyalah sensasi Rendra agar dibolehkan poligami. Menanggapi hal itu, WS Rendra mengungkapkan bahwa dirinya tertarik Islam sudah cukup lama yaitu ketika melakukan persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum dirinya menikah dengan Jeng Sito. 

Menurut Rendra, Islam telah berhasil menjawab kegalauan dirinya akan hakekat Tuhan. “Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai,” begitu katanya. Menurutnya lagi Allah lebih dekat dari urat leher seseorang, jadi jika ingin berdoa tak perlu perantara.

Terlepas dari pro kontra ke-Muallaf-an Rendra, tudingan terhadapnya tentang publik figur yang haus publisitas dan gemar popularitas terus menuju padanya. Terlebih model rumah tangganya yang meletakkan dua istri dalam satu atap.

Ditengah maraknya tudingan miring akan dirinya dan model rumah tangganya, Rendra kedatangan tamu dari Australia. Ketika Rendra menemani tamunya yang dari Australia untuk berkeliling ke Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Rendra melihat seekor merak jantan yang lagi berjalan dengan diapit dua betinanya. Melihat itu, Rendra langusung berseru dengan tertawa terbahak-bahak Itu Rendra! Itu Rendra!. Mulai saat itulah julukan Si Burung Merak melekat pada dirinya.

Dari pernikahannya dengan Sitoresmi, Rendra dikaruniai empat anak yaitu Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati.

Rendra ternyata tak puas hanya dengan dua istri, naluri kejantanannya bertingkah lagi dengan menikahi seorang gadis bernama Ken Zuraida, akan tetapi pernikahan ketiganya ini harus dibayar mahal dengan mengorbankan dua istri terdahulunya yaitu Sitoresmi dan Sunarti. WS Rendra harus rela menceraikan dua istrinya ini pada tahun 1979 karena tak menyetujui Rendra memiliki istri ketiga. Dari pernikahannya yang ketiga, Rendra mendapat dua anak yaitu Isaias Sadewa dan Maryam Supraba.

Festival, Penghargaan dan Karya WS Rendra
Yah itulah WS Rendra dengan segala kelebihan prestasi dan kontroversi kehidupannya. Namun tentu kita patut mengacungi jempol untuk berbagai prestasi dan penghargaan yang berhasil digondolnya seperti sebagai berikut :

·         Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954)
·         Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
· Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970).
· Hadiah Akademi Jakarta (1975)
· Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)
· Penghargaan Adam Malik (1989)
· The S.E.A. Write Award (1996) dan
· Penghargaan Achmad Bakri (2006)
Selain itu, WS Rendra juga sering melakukan pementasan drama dan puisi serta aktif mengikuti berbagai festival seni dan sastra di luar negeri seperti :

·         The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979),
· The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985),
· Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985),
· The First New York Festival Of the Arts (1988),
· Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989),
· World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan
· Tokyo Festival (1995)

Berikut ini adalah Karya Sajak/Puisi W.S. Rendra

Jangan Takut Ibu
Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
Empat Kumpulan Sajak
Rick dari Corona
Potret Pembangunan Dalam Puisi
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta!
Nyanyian Angsa
Pesan Pencopet kepada Pacarnya
Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
Perjuangan Suku Naga
Blues untuk Bonnie
Pamphleten van een Dichter
State of Emergency
Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
Mencari Bapak
Rumpun Alang-alang
Surat Cinta
Sajak Rajawali
Sajak Seonggok Jagung

WS Rendra Meninggal
 Pada pertengahan tahun 2009, WS Rendra menderita sakit jantung koroner dan harus menjalani perawatan intensif di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setelah satu bulan , penyakitnya semakin menggerogoti tubuhnya dan akhirnya sang penyair besar Indonesia WS Rendra menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu juga pada 7 Ogos 2009 tepat jam 22.15 WIB di usianya yang ke 74 tahun.

Jenazah WS Rendra kemudian dikebumikan di kompleks Bengkel Teater, Cipayung-Citayam, Depok selepas shalat jum’at. Makamnya tak jauh dari makam Mbah Surip yaitu penyanyi reggae Indonesia yang terkenal dengann lagu fenomenalnya “Tak Gendong” yang telah berpulang seminggu sebelumnya. Mbah Surip dan WS Rendra memang bersahabat.

Itulah biografi WS Rendra, sang sastrawan Indonesia yang dijuluki Burung Merak. Terlepas dari kurang lebihnya seorang WS Rendra adalah tetap manusia biasa. Sebagaimana peribahasa Tak Ada Gading Yang Tak Retak. Semoga kita bisa meneladani hal-hal positifnya dan tidak meniru hal-hal negatifnya.

Hikmah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Kali ini Saya menulis tentang Hikmah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan, karna berhubung ini bulan Ramadhan, Bulan Suci, dimana umat muslim diwajibkan berpuasa yang tidak berhalangan. Semoga ini bermanfaat untuk anda yang beragama islam. Selamat membaca..!! :)

Hikmah tarawih dibulan ramadhan pada malam ke :

Malam ke 01 :
Siapa yang shalat Tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang Mu’min seperti ketika ia di lahirkan.

Malam ke 02 :Shalat Tarawih pada malam kedua di ampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya Mu’min.

Malam ke 03 :Malaikat berseru dari ‘Arsy ” Telah diangkat amal dan dosanya yang telah lalu dan di ampuni oleh Allah SWT.

Malam ke 04 :Baginya mendapat pahala, seperti pahala membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur-an.

Malam ke 05 :Allah SWT memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsho.

Malam ke 06 :Allah SWT memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur dan di mintakan ampun baginya oleh setiap batu.

Malam ke 07 :Seumpama pahala yang di peroleh nabi Musa A.S dan penolong dari kejahatan Fir’aun dan Hamman.

Malam ke 08 :Allah SWT memberikannya pahala seperti pahala apa yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.

Malam ke 09 :Seumpama pahala Ibadah nabi Muhammad SAW.

Malam ke 10 :Allah SWT memberinya Rizki dan kebaikan di dunia dan akhirat.

Malam ke 11 :Apabila Ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari Ibunya.

Malam ke 12 :Ia datang pada hari kiamat kelak dengan wajah berseri-seri seperti bulan purnama.

Malam ke 13 :Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan).

Malam ke 14 :Malaikat pada menyaksikan bahwa sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah SWT tidak akan menghisabnya.

Malam ke 15 :Para malaikat bersholawat kepadanya dan menjaga di ‘Arsy dan kursi.

Malam ke 16 :Allah SWT mencatat baginya akan di bebaskan dari api neraka dan masuk surga.

Malam ke 17 :Diberikannya pahala seperti pahala para nabi.

Malam ke 18 :Satu Malaikat berseru : ” Hai Hamba Allah bahwasanya Allah SWT telah meridhoi kamu dan ke dua orang tuamu. 

Malam ke 19 :Allah SWT akan mengangkat ke surga firdaus.

Malam ke 20 :Allah SWT memberikan pahala para Syuhada dan orang-orang Sholeh.

Malam ke 21 :Allah SWT membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.

Malam ke 22 :Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.

Malam ke 23 :Allah SWT membangunkan baginya sebuah kota di surga.

Malam ke 24 :Dua puluh empat (24) permintaanya di kabulkan oleh Allah SWT.

Malam ke 25 :Allah SWT mengangkatnya dari siksaan kubur.

Malam ke 26 :Allah SWT mengangkatnya baginya pahala empat puluh tahun (40 thn).

Malam ke 27 :Ia akan melewti jembatan Shirotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.

Malam ke 28 :Allah SWT mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.

Malam ke 29 :Allah SWT memberikan pahala seribu (1000) haji yang makbul.

Malam ke 30 :Allah SWT berfirman : Hai Hambaku, makanlah buah-buahan di dalam surga dan mandilah engkau dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, Aku tuhanmu dan engkau hamba-Ku.

Kamis, 14 Mei 2015

Cerita Pendek (Cerpen) kehidupan

Apa anda suka baca cerita pendek atau yang biasa disebut cerpen? Jika Iya, silahkan baca Cerpen buatan saya, walaupun hanya sederhana. Mohon maaf bila ada kesamaan nama atau tempat. Selamat Membaca...


Apalah Arti Hidup?
Perkenalan tokoh :
·        Bilqis  : Sebagai tokoh AKU
·        Talita : Adik dari Bilqis
·        Josua : Kakak dari Bilqis

Part 1#
          Aulia Bilqis Faiha, Ya! itu namaku. Aku terlahir disebuah keluarga yang sangat tercukupi. Semua serba ada dan mewah. Aku juga terlahir dengan paras wajah cantik berseri bagaikan air jernih yang mengalir, bulu mata yang lentik, bibir yang mungil dan hidung yang mancung. Namun kemalangan menimpa diriku dan juga keluargaku. Saat akan berlibur ke Desa, tempat nenek dan kakekku tinggal, mobil keluargaku yang bermerk Fortuner menabrak sebuah pohon tua dan kekar. Hanya karena ada bayangan putih melintas itu membuat semuanya menjadi berantakan. Ayah dan Bunda sudah meninggalkanku dahulu, tanpa izin maupun pesan. Aku dan kakakku Josua hanya mengalami luka ringan, sedangkan adikku yang masih berumur 8 tahun sudah kehilangan 1 kaki. Mungkin ini ujian yang sangat berat bagiku. Sekarang Aku tidak mempunyai apa-apa. Hanya Adik dan Kakakku ini yang harus Aku lindungi, Aku sayang, Aku rawat, maupun Aku jaga. Pagi hingga malam kakakku mencari uang maupun makanan dengan cara berkerja menjadi pelayan restoran. Beruntung sekali kakakku sudah berumur 19 tahun dan sudah mempunyai ijazah. Ya.. walaupun gaji yang dimiliki kakakku tidak terlalu mencukupi. Aku dan Adikku masih melanjutkan ke sekolah biasa, walaupun keadaan sekolah itu cukup memprihatinkan. Dinding yang retak, atap terbuka sedikit, dan lantai tanpa keramik membuatku sulit untuk berkonsentrasi ke pembelajaran tersebut. Memang usia sekolah itu sudah terlalu tua dariku. Warga sekitarnya menyebutkan SMP Karangan. Sedangkan sekolah adikku bernama SD Karangan. Jarak antara SMPku dan SD adikku tidak terlalu jauh dengan rumahku. Walaupun rumahku terlihat kecil, tetapi itu nyaman bagiku. Rumahku pun bersih dan sejuk karena dikelilingi oleh beberapa pohon mangga dan jambu. Berangkat maupun pulang pun Aku harus berjalan, apapun rintangannya, hujan lah.. panas lah.. banjir lah.. harus tetap aku jalani. Banyak kendaraan berlalu-lalang tak membuatku malu untuk berjalan sambil mendorong kursi roda adikku. Itupun kurasakan selama 10 bulan seusai orang tuaku meninggal. Setelah pulang, Aku harus berjualan roti milik tetanggaku mak Ronah. Jika semuanya terjual, aku hanya diberi upah Rp 20000. Dan jika tidak terjual semuanya, aku hanya diberikan Rp 5000 saja. Uang itu langsung kubelanjakan sayuran dan lauk yang berharga sekitar 5000-an. Sayur itu tidak sebersih sayur yang sering Bunda beli. Harus gimana lagi? Inilah nasib yang harus aku terima. Namun tidak selamanya aku bisa bertahan, itu hanya membuatku semakin bosan.
          “Mbak.. tempenya asin benget!” Kritik adikku dengan raut wajah memelas.
“Udahlah dek.. makan aja. Nanti malem kalau mas Jo dah pulang, langsung dimasakin yang enak.” Kataku sembari mengunyah nasi tempe yang berada didalam mulutku. Memang aku tidak terlalu jago memasak, tapi aku melakukan semuanya untuk adikku tersayang agar perutnya terisi.
“Tapi lama banget! Ini kan masih jam 2, adek gak pengen makan. Mbak..!!” Panggil adikku lirih.
“Hih!! Kalo gak enak ya udah, gak usah makan. Masak sendiri sana! Enggak terimakasih malah minta yang lain.” Bentakku tegas. Adikku langsung diam sejuta kata sambil menatap nasinya itu. Menunduk bersedih membuatku teringat seorang Ayah yang telah bekerja keras mencari nafkah, yaitu Ayahku sendiri. Akupun bergegas dan duduk dikursi coklat dekat kursi roda adikku. Aku membelai rambut panjangnya dengan perlahan.
“Mbak minta maaf ya dek.. Syukuri aja yang sudah kita dapat.” Ujarku menenangkan.
“Iya mbak.” Jawabnya singkat. Terpaksa adikku harus makan tempe asin dengan sambel uleg buatanku. Setelah habis, adikku langsung memutarkan roda dikursinya dan berjalan menuju kamarnya. Aku melihat adikku terasa ingin menangis. Tetapi manjanya itu yang membuatku ingin marah dan mudah bosan.
***
          Siang dan sore tlah berlalu, terlihat dilangit terdapat ribuan bintang bersinar dengan bulan sabit yang memancarkan cahayanya. Aku menunggu kakakku pulang dari kerjanya sembari menatap malam di teras depan rumah. Menit maupun detik kian berlalu, hingga ku tertidur pulas menanti kedatangan kakakku.
          Terdengar suara serak-serak basah ditelingaku, membuatku terbangun dengan lajunya. Aku melihat luka disekujur tubuh kakakku dan motor yang hancur tak terbentuk. Pandangan itu membuatku ingin bertanya dengan kakakku.
          “Mas Jo tadi keserempet sama truk.” Jawabnya lirih.
“Innalillahi wailaihirojiun. Diminum dulu teh hangatnya mas.” Ku suguhkan secangkir teh hangat untuk kakakku. Luka yang menempel ditubuhnya langsung ku obati dengan perlahan. Tepat jam 23.25 WIB, Aku mengantar kakakku kekamarnya. Seusai mengantar dan keluar menutup pintu kamar kakakku, Aku langsung duduk dimeja makan yang terlihat cukup gelap dan hanya ada sebiji lampu bolam yang bersinar. Tak seperti biasanya, Aku selalu takut dengan hawa mistis malam hari, rasanya aku seperti ditemani oleh sosok 2 bayangan putih misterius disampingku.
“Rawat kakakmu.” Bisik itu mulai muncul dibenakku. Aku berusaha untuk menghilangkan rasa halusinasiku itu. Tetapi kalimat itu terus terucap dipikiranku. Aku mulai bangkit dan bergegas untuk tidur disamping Adikku, Talita. Saat akan memejamkan mataku, Aku terbangun dan teringat kalau Adikku belum makan sore tadi.  “Biarlah, anggap saja adikku sudah makan.” Gumamku santai.

Part 2#
          Pikiranku selalu dihantui oleh kematian, Aku takut bila harus meninggalkan kakak dan adikku. Kurenungkan semuanya dibale bawah pohon rindang itu. Menunduk sambil menggoyangkan kakiku justru menjerumuskan ingatanku waktu lampau. Aku sering mencurahkan apa saja yang ada dipikiranku ke Bundaku sembari menggoyangkan kakiku itu. Walaupun minggu ini aku sedang disengat sang Ratu matahari, Aku tetap diam melamunkan semuanya.
          “Mbak seragam adek udah ada yang bolong, tolong jahitkan mbak!” Talita mengulurkan seragam kusam itu kearah bola mataku. Lamunanku menghilang dengan cepatnya. Adikku memohonnya dengan mata yang penuh binar. Aku membalasnya dengan anggukan manis, kuterima seragam itu langsung kuberanjak menuju sebuah rumah sepetak yang bertuliskan “Jahit Murah”. Kebetulan tidak jauh dari tempat tinggalku. Terdengar suara mesin jahit itu membuatku teringat sesuatu saat aku diajak oleh ayah ke sebuah penjahit terkenal, dengan desain yang luar biasa. Aku melakukannya dengan tangan mungilku. Detik demi detik itu aku mulai bisa menjahit sebuah rok wiru sekolah dasarku dulu. Tetapi semuanya tlah berlalu, kini Aku tidak bisa melakukannya yang sama.
          “Adek.. dek.. Ini bajunya sudah jadi!” Ucap penjahit tua itu membuatku terbangun dari lamunanku tadi. Tanpa basa-basi aku langsung membayarnya dengan beberapa keping recehan. Ya Alhamdulillah.. penjahit itu menerimanya dengan senang hati. Aku bergegas pulang untuk menyiapkan makan siang. Dengan terburu-buru, Aku hampir menabrak motor yang melintas didepanku. Kutarik nafasku kuat-kuat untuk menenangkan fikiranku tadi.

Part 3#
          Senin!! Pasti sudah biasa kalo yang namanya Upacara. Hari itu aku tidak mempunyai topi karena aku belum cukup mampu membelinya. Beruntung sekali guruku mengizinkannya. Ya biarlah kalo Aku sering disindir oleh temanku yang derajatnya diatasku. Karna dulu waktu masih ada orang tuaku, aku juga pernah melakukannya. Mungkin ini ujian dari Allah SWT untukku.
          Perjalanan pulang ini terlihat agak petang dan gemuruh mulai berteriak, kemungkinan hari ini akan hujan deras. Aku terus melanjutkan langkahku sembari mendorong korsi roda adikku. Tiba-tiba awan putih langsung menangis dengan cepatnya membasahiku dan Talita. Aku bergegas lari dengan mendorongnya ketempat teduh di seberang jalan, tanpa kusadari kursi roda adikku berputar dan Talita terjatuh tergelempang. Waktu itu aku belum sempat menoleh kekanan dan kekiri, sebuah truk pengangkut batu-bata menabrak adikku. Bukan menolong malah melarikan diri. Ya Allah.. Cobaan apa lagi yang harus aku tempuh. Orang yang melihatku bergegas menolong adikku dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
***
          “Adik Talita mengalami pendarahan yang sangat hebat, dan juga pendarahan itu merusak hatinya. Talita sangat membutuhkan donoran hati secepatnya. Dan operasi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Kasihan bila dia terbiarkan tanpa hati, nyawanya akan tersiksa.” Mendengar perkataan dokter tadi, membuatku menangis hingga tersedu-sedu. Kakakku hanya bisa merenungkan sembari merintikkan air matanya. Tiba-tiba seorang Ibu menghampiriku dengan perlahan. Ibu itu bersedia membantuku dalam proses pembiayaan, namun yang kucari hanyalah donoran hati untuk adikku.
          “Biar hati kakak saja yang diambil.” Kata itu mulai terucap di bibir manis kakakku. Akupun tidak bisa menjawab dengan kata-kata. Tetapi kak Josua tetap memaksakan kehendaknya.

Part 4#
          Satu minggu dua hari tlah berlalu, kini tinggal Aku yang harus mencari nafkah untuk adikku. Pagi hingga sore tak akan lelah bagiku tuk mencari makan. Walaupun pekerjaanku hanyalah sebagai tukang kebersihan ditaman kota. Sedangkan Talita yang membantuku membersihkan rumah karena ia sudah bisa berjalan karena donoran hati dan kaki dari kakakku, Joshua.
          “Mbak.. adek tadi difitnah sama teman adek.” Curhat Talita memelas.
          “Difitnah gimana?”
          “Huu!! Kalo gak punya spidol ya jangan nyolong! Kere masih aja Gaya! Huu..”
          “Astagfirullah.. Emangnya adek ambil tuh spidol?”
          “Enggak mbak, itu padahal punya teman sebelahku. Ya.. memang mirip, tapi kan aku enggak ngambil. Bener mbak!!  Adek berani Sumpah.” Ujarnya panjang lebar.
          “Lho kenapa gak jelasin baik-baik ke temenmu?”
          “Sudah mbak, dianya yang gak percaya. andai aja kalo tadi ada sebelahku, Pasti adek udah terhindar dari fitnah itu. Karna sebelahku tadi baru ke perpus.”
          “Udah.. gak usah dipikir, mungkin kamu lagi diuji kesabaranmu oleh Allah SWT.” Kataku menenangkan. Sedangkan Talita hanya mengangguk sedih. Setelah mendengar ucap Talita tadi, ku serasa ingin membelikannya sebuah spidol. Ku melangkah kearah almari coklatku dan mengambil sebuah kotak yang berdebu. Hanya ada selembar uang Rp 100000 dan beberapa uang recehan maupun 1000-an. Akupun mengambil hanya 5 lembar uang 1000-an saja.
          Detik demi detik ku mulai mencarinya. Tanpa kusadari aku melihat seorang anak tengah menggambar dengan ibundanya. Aku menghampirinya dan berbicara perlahan dengan sopan.
          “Assalamualaikum.. Maaf, saya lancang. Bolehkah spidol itu saya beli?” Pintaku penuh binar. Dan ibu itu mengizinkanku untuk membelinya. Namun harga spidol itu tidak cukup dengan uang yang aku bawa. Harganya Rp 8000 sedangkan uang yang kubawa hanyalah 5000.
          “5000 juga gapapa dek, ini kan dah bekas anak saya.” Ibu itu menerimanya dengan senang. “Alhamdulillah… Ya Allah…” Syukur ku kepada Tuhan.
***
          Sesampai dirumah, Aku melihat seorang Ibu sedang memarahi Anak perempuan. Tanpa kusadari yang dimarahin itu adikku sendiri, Talita. Akupun bergegas menghampirinya. Langsung saja ku bertanya apa yang terjadi sebenarnya.
          “Ini Adek kamu itu dijaga, kalo gak punya sepeda yaudah, jangan dorong sama njatuhin anak saya, udah gak dipinjemin masih aja maksa.” Ucap Ibu itu dengan tegas. Ya Allah.. hanya masalah itu saja sampai seperti ini. Ku ucapkan perlahan-lahan kalau Talita memang salah, namun Talita marah dan langsung masuk kekamarnya. Aku meminta maaf ke Ibu tadi atas kesalahan adikku.
          “Ya.. tapi jangan diulang lagi.” Jawab Ibu itu sinis. Aku hanya bisa diam dan menganggukkan kepala.

Part 5#
                Pagi itu terlihat cerah, ku semangati pekerjaanku membersihkan taman kota. Hingga tak terasa waktu demi waktu tlah berlalu. Saat dalam perjalanan pulang, aku melihat sekumpulan warga bergerombol dipinggir jalan raya. Karna penasaran, akupun memutuskan untuk bertanya pada Ibu yang melintas dihadapanku.
          “Ohh itu.. anak kecil tadi ditabrak mobil fortuner putih. Tapi anehnya mobil itu tiba2 menghilang.” Ucap Ibu itu menghayati.
          “Hahh.. Mosok? Emang seumuran berapa? Trus plat nomer mobil tadi apa bu?” Tanyaku.
          “Seumuran Anak SD, kurang lebih 9 tahun-an. Kayaknya plat tadi itu (B 28 JBT).” Akupun terkejut mendengar jawaban ibu tadi. Plat mobil itu adalah plat mobil Fortuner milik ayah saat keluargaku kecelakaan, karena simbol JBT adalah singkatan dari Josua, Bilqis, dan Talita. Dan juga 9 tahun itu  adalah umur adikku, Talita. Akupun bergegas melihatnya dan ternyata…
          Itu memang Talita Adikku. Saat kuraba lubang hidungnya, tak kusangka Adikku sudah pergi meninggalkanku. Secara derasnya air mataku membasahi pipiku. “Kenapa Cobaan yang Kau berikan tak habis-habis… Ya Allah..” Teriakku. Orang yang mengelilingiku hanya bisa terdiam saat melihat aku memeluk erat adikku. Tiba-tiba seorang bapak memberikan sebuah perekam suara yang berlumuran darah kepadaku.
          “Ini milik adikmu, tadi dia sempat merekam pembicaraanya saat mau menyebrang jalan.” Aku menerimanya dan menghidupkannya perlahan.
          “Mbak Bilqis.. Ini Adek. Semalem adek mimpi bertemu dengan ayah, bunda, dan mas jo. Mereka mengajak adek untuk pergi bersama meninggalkan Mbak Bilqis. Agar Mbak bisa belajar bersabar karena Mbak dulu itu Egois dan mudah marah. Adek tau sebenarnya hati Mbak itu mulia, tapi Mbak sukanya bentak adek terus. Andaikan Mbak bisa memaafkan adek saat ini juga, adek bisa pergi dengan tenang bersama mereka. Adek gak akan lupa masa-masa dulu saat Mbak sering bantu adek waktu adek tidak bisa jalan dan selalu berada dikursi roda. Selamat Tinggal dan Terimakasih banyak Kakakku tersayang... Tinn tinn……” Suara Adikku sekaligus suara lakson mobil. Aku tidak bisa membalasnya dengan kata-kata. Air mataku terus bercucuran tanpa henti.

Part  6#
          Aku berjalan pergi meninggalkan tempat tinggalku seusai Tujuh hari pemakaman adikku. Walaupun udara siang itu sedang hangat bingar, aku tetap melangkahkan kakiku detik demi detik. Hingga tak terasa telah sampai di Jembatan Situmulyo yang tidak jauh dari tempat tinggalku. Ku mulai mengangkat kakiku keluar pembatas jembatan. Tanpa menghiraukan larangan warga, aku langsung melepaskan peganganku di jembatan itu.
          “Ayah.. Bunda.. Mas Jo.. Dek Talita.. Tunggu Aku disana.” Ujarku. Langsung saja aku berbalik arah dan melepaskan keseimbanganku agar aku bisa bertemu dengan keluargaku. Akupun Jatuh dan tewas seketika di sungai itu.

          SAD ENDING

Gimana Ceritanya? Sedih bukan? Semoga bermanfaat bagi anda dan terimakasih telah membaca cerita hasil karangan saya.
         


Cara Membuat Blog dengan mudah

Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada halaman web umum. Sekarang saya akan membantu Cara membuat blog dengan mudah :

Pertama, klik www.blogger.com dan tunggu..
Setelah itu masukkan alamat email gmail yang sudah dibuat, masukkan sandi, dan klik Buat Akun.

Kedua, akan muncul kolom seperti ini, dan klik Blog baru.
Cara Mudah Membuat Blog

Ketiga, akan muncul kolom melayang seperti ini. Setelah itu tulis judul dan Alamat, dan juga pilih template sesuai yang anda inginkan. Jika sudah, langsung klik Buat Blog.
cara membuat blog

Blog anda sudah jadi, tinggal klik gambar pensil dan buat artikel terbaru anda.
cara membuat blog gratis

Selanjutnya akan muncul kolom seperti gambar dibawah ini, anda cuma mengikuti petunjuknya dan tulis artikel sesuai keinginan anda, setelah itu klik Publikasikan.
Cara  Membuat Blog

Mudah kan? Selamat mencoba, semoga bermanfaat bagi anda. Terimakasih telah mengunjungi web saya ini.